|
Tonton HTML di Metro TV, Kontroversi Pembatasan Motor
Rencana pembatasan sepeda motor di jalur jalur protokol ibukota oleh Pemda DKI menuai protes. Para pengendara motor merasa tidak puas karena merasa dianaktirikan dan dijadikan kambing hitam atas kesemrawutan lalu lintas yang semakin parah. Ribuan bikers dibawah payung Aliansi Bikers Anti Diskriminasi (ABAD) pun turun ke jalan memprotes rencana keputusan Gubernur DKI Sutiyoso ini minggu kemarin. Lebih dari 35 club bikers seputaran Jabodetabek ikut dalam aksi ini.
Tapi bukan bikers intelek namanya kalau cuma berhenti di pawai jalanan. Beberapa strategi pun disiapkan untuk melakukan brainstorming menentang rencana aturan menyebalkan ini. Selagi merancang strategi dan mengumpulkan kekuatan massa, sebuah undangan dari Metro TV meluncur ke BOS HTML untuk ikut serta dalam acara Padamu Negeri, program variety talk show yang berbasis survey. Kebetulan, kali ini Padamu Negeri mengangkat tema ”Kontroversi Pembatasan Motor” .
Dua mobil berisi 10 orang aktivis HTML pun meluncur dari Waroeng HTML Pasar Minggu, Senin siang 29 Januari 2007 menuju Metro TV. Tommy BOS, Jojo, Bowo 'QBo', Edwin 'Dedengkot', Riza Boris, Ical ‘Bulu’ , Aril, Ady Big, Syamsul 'ABAD', dan Epenk 'HSRT'.
Survei interaktif para wakil masyarakat ini yang terbagi dalam 3 (tiga) kelompok, yaitu Komunitas pemakai Motor (Kelp. A), Komunitas pemakai mobil (Kelp.C), para akademisi dari Mahasiswa dan Dosen TRISAKTI Jurusan Teknik Transportasi (Kelp.B). Serta arahan dan pendapat 2 (dua) orang narasumber, yaitu Tulus Abadi dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia YLKI dan Pristono, Wakil Kepala Dinas Perhubungan. Sebagai pembawa acara dari Metro TV Ralph Tampubolon.
Selain HTML, dari komunitas bikers ada pula Yamaha Scorpio Club (YSC) dan Piaggio Club. Dari komunitas mobil hadir rekan dari Great Corolla Club (GCC), Toyota Kijang Cyber Community (TKCC), Indonesia Mitsubushi Owner Club (IDMOC), Indonesia Mazda Club (I-MAC), dan Honda Jazz – Fit Club.
Pertanyaan survey interaktif Padamu Negri antara lain :
1. Setujukah Anda bahwa pengendara sepeda motor merupakan kelompok yang paling tidak tertib ?
- Setuju
- Tidak Setuju
- Ragu ragu
2. Bagaimana anda memahami peraturan terhadap pengendara motor di DKI Jakarta ?
- Pengaturan yang wajar untuk ketertiban lalin
- Diskriminasi terhadap pengendara motor
- Kebijakan system transportasi kota yang instant dan tidak jelas
3. Persoalan paling serius dalam keberadaan pengendara sepeda motor di lalin Jakarta adalah :
- Jumlahnya terlalu banyak dan tak terkontrol
- Cara mengemudi pengendaranya yang seenaknya sendiri
- Bukan sarana transportasi ideal melindungi pengendaranya
4. Apakah anda akan beralih ke angkutan umum kalao sarana itu tersedia dengan baik cepat dan murah?
- Beralih ke angkutan umum
- Tetap menggunakan sepeda motor atau mobil pribadi
- Kadang menggunakan angkutan umum kadang mobil/motor pribadi
Survei Pertama : Motor Biang Gak Tertib!
Hasil survey pertama, kelompok B (akademisi) 100% menyatakan setuju bahwa sepeda motor memang yang paling tidak tertib. Senada dengan akademisi, kelompok C (mobil) juga setuju. Sedangkan Kelompok motor (A) sebagian besar tidak setuju terhadap pernyataan itu.
Dosen Trisakti Krisbiantara dari kelompok B mengungkapkan dari survey dan data yang mereka miliki menyatakan lebih dari 50 persen perilaku pengendara motor tidak tertib dan kenyataannya di lapangan juga demikian. Akibatnya per hari 3 orang pengendara motor mati karena kecelakaan, ini diluar yang tercatat mati di rumah sakit atau di rumah beberapa hari setelahnya akibat kondisi yang memburuk. "Jika dihitung selama sebulan korban kecelakaan bermotor bisa 2 kali lipat korban Adam Air,” kata Krisbiantara.
Pristono dari Dishub mengakui memang angka kematian di jalan raya untuk roda dua sangat tinggi dan motor juga penyumbang kekacauan lalu lintas. Hal ini lebih karena motor kecil dan memiliki ruang gerak yang lebih bebas sehingga seringkali terjadi mixed traffic.
Tulus dari YLKI sebagai salah satu narasumber lebih objektif melihat fenomena ini. Menurut dia, penyebab kekacauan bukan hanya pada motor tapi juga mobil dan angkutan umum. “Lihat saja sekarang Zebra Cross sudah tidak lagi dianggap, semua melanggarnya baik mobil, motor apalagi bus umum,” kata dia. Jadi, klaim bahwa motor sebagai biang keladi kekacauan lalu lintas hanyalah pengkambing-hitaman saja dan tidak fair. “Jika mobil punya ruang gerak yang sama, pasti juga ikutan melanggar sama dengan motor. Sekarang mobil pun juga sudah melahap trotoar, yang abis ya pejalan kaki,” tandasnya.
Survei Kedua : Kebijakan Pemerintah Instan dan Mengada-ada
Bagaimana anda memahami peraturan terhadap pengendara motor di DKI Jakarta ? Ketiga kelompok sebagian besar menyatakan hal yang sama yaitu c.) Kebijakan system transportasi kota yang instant dan tidak jelas. Rekan dari YSC urun suara, menurut dia seharusnya pemerintah lebih memperketat pengeluaran SIM sehingga setiap setiap orang yang punya SIM sudah pasti tahu etiket berkendara dan mempraktekkan safety riding.
Sedangkan dari I-MAC berpendapat pemda tidak punya kejelasan mau dibawa kemana kebijakan yang mau dikeluarkannya itu. Terlalu instant dan mengada-ada. Pemerintah juga selalu telat mencari solusi. Populasi sudah membludak baru ribut ribut soal safety riding dan pengaturan jalan. Tulus dari YLKI juga berpendapat sama, pemerintah memang terkesan mengeluarkan panic policy dengan terobosan yang tidak membumi.
Pristono dengan gaya diplomatis birokrat menjawab bahwa pemerintah tidak melarang sepeda motor tapi mengatur untuk menghindari mixed traffic dan ini sudah lama direncanakan serta sudah melalui survey kepada masyarakat. Mengamini Dephub, Krisbiantoro yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Transportasi Kota membenarkan bahwa sejak tahun 2005 Dishub memang sudah mengadakan survey untuk perencanaan pengaturan motor ini. Namun, sayang tidak dikomunikasikan ke masyarakat sehingga menjadi menjadi ricuh.
Survei Ketiga : Anak Haram Transportasi Nasional
Menyoal persoalan paling serius dalam keberadaan pengendara sepeda motor di lalin Jakarta, para peserta menjawab bervariasi. Kelompok bikers lebih banyak menjawab : Karena jumlah yang terlalu banyak dan tak terkontrol serta cara mengemudi pengendara yang seenaknya sendiri. Kelompok mobil lebih cenderung melihat dari sisi jumlah yang tak terkontrol sementara kelompok akademisi lebih menekankan pada perilaku pengendara yang minus.
Pada sesi ini ada rekan komunitas mobil dari GCC yang sedikit “nyolot” menuding rekan bikers sebagai biang keladi semua kekacauan lalu lintas. Bahkan dia menunjuk bahwa ada beberapa rekan club motor yang juga ikutan menjadi bikers yang suka melanggar lalu lintas, lajur kanan diambil, garis putih dan zebra cross diinjek,dll. “Jika pembuatan sim diperketat, saya yakin yang ada di jalan sekarang ini gak ada yang bakal lulus punya sim, semua pengendara motor kelakuannya minus!” katanya setengah berteriak. Lucunya, dia sendiri mengaku naik motor juga dari Senin-Jumat. (Jadi situ minus juga dong om?)
Tentu saja pernyataan konyol dan emosional ini mengundang tanggapan pedas lagi dari kelompok bikers terutama dari HTML. Sampai-sampai ada rekan HTML yang berdiri sambil berteriak untuk interupsi, seperti layaknya sidang DPR. Wah, seru! Entah apakah bagian ini kena edit atau gak oleh Metro TV.
Riza Boris dari HTML menanggapi, masalahnya seringkali motor sudah benar berhenti di belakang garis putih, polisinya justru yang minta supaya motor maju ke depan, dengan alasan mengurangi traffic macet. "Seperti tadi pagi di lampu merah Cempaka Mas, pada saat polisi mentertibkan motor agar berhenti di belakang garis, mereka bisa tertib koq, intinya kan kelemahan aparat penegak hukum untuk bertindak tegas, untuk itu diperlukan law enforcement," tegas Boris. "Dan sorry Boss, gw juga bermobil," celetuk Riza pelan, sambil tersenyum dingin.
Menengahi diskusi yang mulai panas, Tulus angkat suara. Menurut dia, soal perilaku minus hampir semua pengguna jalan raya di Jakarta minus. Baik motor, mobil juga angkutan umum. Kalau pengendara motor dituding semrawut karena buat sim nya nembak, pengendara mobil juga sama saja, banyak yang tidak benar mengurus sim. Jadi semuanya harus dibenahi, juga termasuk angkutan umum. “Ini semua merupakan anak haram dari sistem transportasi nasional,” tegasnya. Pernyataan tegas Tulus mendapat tepuk tangan dari para peserta diskusi.
Survei Keempat : Masyarakat Pesimis
Sesi keempat suasana agak mereda. Survei menanyakan apakah kita akan beralih ke angkutan umum jika sarana itu tersedia dengan baik, cepat, dan murah? Heran, tetap saja sebagian besar tidak mau beralih total. Mereka lebih senang berganti ganti, kadang menggunakan angkutan umum, kadang mobil/motor pribadi. Kenapa?
Semua kelompok menyatakan mimpi dan pesimis terhadap janji pemerintah untuk menyiapkan sarana transportasi yang baik cepat dan murah. Usul dari Rico Ceper yang juga ikut dalam kelompok mobil, bukan hanya angkutan umum yang baik, cepat, dan murah yang harus disiapkan pemerintah, tapi juga Aman.
Kembali menanggapi pernyataan peserta, Pristono menyatakan pemerintah sudah menyiapkan pola transportasi makro dengan target 15 koridor busway, 2 Mass Rapid Transport (MRT), Subway dan Angkutan air. Namun perlu waktu, untuk busway saja sekarang baru 7 koridor dan diperkirakan baru kelar 2010.
“Jika begitu sampai berapa lama masyarakat menunggu pemerintah menyelesaikan busway sementara angka kematian akibat kecelakaan di jalan raya terus bertambah?” sahut Krisbiantara.
Tulus menengahi bahwa hingga saat ini memang busway belum optimal namun paling tidak ditenggarai bisa menjadi solusi tengah bagi kekacauan transportasi yang terjadi. Nah, jika semua transportasi massal sudah bagus, harga murah, akses cepat kualitas oke dan aman tapi masyarakat masih belum juga mau pindah ke angkutan umum barulah pemerintah bisa tegas.
Ketika itu terjadi, bisa saja diterapkan pengaturan jalur atau mungkin juga sistem pricing dimana pada hari atau jam tertentu kendaraan pribadi yang masuk jalur tersebut dikenai biaya atau bisa juga diberlakukan CAR Free Day seperti di Bogota. Yang jelas, masalah ini harus diurai satu persatu. Jika tidak, pemerintah tidak akan bisa komprehensif.
Mari Mulai Dari Diri Sendiri
Sesi terakhir yaitu closing statement dari masing masing kelompok peserta dan narasumber. Sebagai wakil dari komunitas motor, Bowo dari HTML menyatakan ada 2 point yang harus diperhatikan. Pertama, masalah awareness lalu lintas. Masyarakat harus selalu diingatkan mengenai keamanan berkendara.
Kedua, kebijakan dari pemerintah jangan instan dan setengah-setengah alias harus komprehensif. Sosialisasinya pun harus jelas jangan seolah mendadak keluar peraturan. Bowo juga menilai YLKI dan MTI (Masyarakat Transportasi Indonesia) tidak konsisten dengan posisinya mencari aman. Mereka ada didalam DTKJ (Dewan Transportasi Kota Jakarta) namun masih cuci tangan dengan kebijakan yg dikeluarkan oleh pemerintah. "Harusnya YLKI dan MTI bisa menjadi pressure ke pemerintah karena YLKI ada di DTKJ," tegas Bowo.
Dari kalangan akademisi pun mendukung adanya kegiatan safety riding, terutama mendesak kepada ATPM untuk mensupport terbentuknya safety riding foundation. Mewakili komunitas pengguna mobil, Rico meminta masyarakat untuk instropeksi diri atas perilakunya berkendara apakah sudah benar. Motor memang paling cepat mudah dan murah tapi tetap hukuman harus ditegakkan agar para pelanggar jera dan tetap menghormati pejalan kaki.
Pristono sebagai wakil dari pemerintah berjanji akan menegakkan Law Enforcement untuk semua transportasi, namun masyarakat juga diharapkan dapat membiasakan diri dengan menggunakan angkutan umum.
Akhir acara, Tulus berujar Jakarta sebagai ibukota Indonesia memang kota yang paling terlambat untuk mencari solusi kesemrawutan lalu lintas yang terjadi. Diperparah lagi dengan kepatuhan dari para pengguna jalan yang makin menurun. Pembangunan sarana transportasi pun jadi proyek politik. Jika masih terus begini, Jakarta bukan saja tenggelam oleh banjir tapi juga tenggelam oleh kesemrawutan lalu lintasnya…
Padamu negeri kami berjanji..Padamu negeri kami berbakti..Padamu negeri kami mengabdi..Bagimu negeri jiwaraga kami...
Saksikan semua diskusi dan survey interaktif yang menarik ini Hari Kamis 1 Februari 2007 jam 8 malam teng, hanya di Metro TV !
__________________
Headline Editor
Last edited by jojo : 18-09-2007 at 14:43.
|