|
Mobil Listrik Bukan Lagi Konsep
Mobil Listrik Bukan Lagi Konsep
INILAH.COM, New York – Di saat hampir seluruh pabrikan sibuk mengembangkan mobil bermesin hibrida, Mitsubishi sudah siap memasarkan mobil listrik. Langkah ini ditempuh demi mendukung program langit bersih. Tapi bagaimana infrastrukturnya?
Masalah itulah yang dipikirkan Mitsubishi dalam memperkenalkan mobil listriknya, iMiEV. Sebelum meluncurkan secara resmi ke pasar, Mitsubishi mencoba reaksi pasar melalui ajang pameran mobil di New York (NIAS) pekan ini.
Sebenarnya iMiEV bukanlah mobil yang belum diketahui khalayak. Mobil mungil ini sudah diajak jalan-jalan ke sejumlah negara untuk menunjukkan kehebatan teknologi mobil listrik Mitsubishi kepada dunia.
Bahkan iMiEV pernah diajak bertandang ke Indonesia dan dipertontonkan pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di sela penyelenggaraan KTT Pemanasan Global di Bali akhir tahun lalu.
Berbeda dengan mobil bermesin hibrida yang belum murni meninggalkan minyak fosil, iMiEV sudah tak lagi menenggak minyak fosil. Mobil berpintu empat ini melaju mengandalkan tenaga baterai yang dapat menempuh jarak sekitar 100 km dalam sekali mengisi penuh baterai (charge).
Kendalanya saat ini adalah belum semua negara siap dengan infrastruktur dan aturan perpajakan. Oleh karena itu, Mitsubishi baru akan memasarkan iMiEV di Jepang kepada konsumen bisnis, seperti untuk operasional perusahaan atau penyewaan pada medio 2009. Setelah itu baru dipasarkan kepada masyarakat umum pada 2010.
Soal harga, managing director for product development Mitsubishi, Tetsuro Aikawa, mengatakan, Selasa (18/3), iMiEV akan dilepas dengan harga antara US$ 25.000 hingga US$ 30.000 per unit di Jepang. Ini lebih mahal US$ 7.000 dibandingkan kembarannya yang masih bermesin konvensional.
Lalu, apakah Mitsubishi hanya akan memasarkan iMiEV di dalam negeri?
Aikawa mengatakan Mitsubishi akan mempertimbangkan memboyong mobil mungil ini ke AS dan Eropa setelah 2010, jika ada permintaan yang cukup terhadap mobil ramah lingkungan ini yang dimensinya lebih kecil dari mobil subkompak, atau sama dengan ukuran mobil mini 'Smart'.
Untuk tahap awal, para calon pemilik mobil listrik ini mungkin harus belajar menahan nafsu amarah, karena untuk mengisi penuh baterainya butuh waktu setengah hari. Sesuatu yang sangat mengganggu bagi mereka yang sibuk dengan mobilitas tinggi.
Sebagai gambaran, iMiEV membutuhkan 14 jam untuk mengisi baterai melalui stop kontak berdaya 110 volt, atau 7 jam untuk pengisian dengan stop kontak berdaya 220 volt.
Guna mengatasi masalah ini, Jepang kini mengembangkan sejumlah stasiun pengisian cepat yang akan membuat pengisian baterai hanya butuh waktu 30 menit. Tetapi sebenarnya kendala agar mobil tanpa suara dan asap ini bisa diterima masyarakat luas, belum semuanya teratasi.
Masalah tambahan itu tetap berkutat di soal baterai. Mitsubishi mengembangkan iMiEV ini sejak 2005 dengan meminjam badan saudara kembarnya, 'i', untuk ditanami baterai jenis lithium-ion di bawah tempat duduk depan dan belakang.
Meski Mitsubishi mengaku tidak ada masalah dengan baterai jenis ini, tapi sejumlah pabrikan mobil dunia khawatir dengan keamanannya. Terutama jika melihat pengalaman di ponsel dan laptop. Baterai lithium-ion di dua peranti itu sering mengalami panas berlebihan.
Bagaimana Mitsubishi menyikapi kecemasan itu? Pabrikan mobil berlogo tiga berlian ini tetap yakin baterai yang digunakan di iMiEV, yang diproduksi oleh GS Yuasa Corp, produsen baterai (aki) terbesar di Jepang, aman digunakan.
Aikawa mengatakan GS Yuasa saat ini memproduksi baterai lithium-ion untuk digunakan dalam sejumlah peranti di dalam tubuh pesawat Boeing 787 dan sejumlah konsumen lainnya. Ini artinya, baterai jenis itu sudah terbukti keamanannya.
Sementara mengenai volume produksinya, Mitsubishi baru membuat iMiEV di Jepang sesuai dengan jumlah baterai yang dihasilkan. Tapi Aikawa mengatakan Mitsubishi berencana memproduksi 2.000 unit iMiEV pada 2009 dan 5.000 unit untuk setahun berikutnya.
Jika Mitsubishi sudah yakin dengan prospek iMiEV di Jepang, maka sepertinya tak butuh waktu terlalu lama untuk membuka sejarah baru penggunaan mobil murni listrik secara massal. Apalagi General Motors Corp dan Toyota Motor Corp juga tengah mengembangkan mobil listrik berbaterai lithium-ion. Jadi, kini mobil listrik bukan lagi sebatas konsep. [P1]
__________________
It's Better to Lose One Minute in Life Than to Lose a Life in One minute
THINK Safety - SMART Ride - SMART Biker
|